Salah E-Mail


Saat ini E-Mail sudah begitu mudahnya di lakukan, sehingga dapat disalahgunakan, kadang kadang tidak sengaja, tetapi menimbulkan konsekuensi yang sangat serius. Bacalah cerita di bawah ini…

Seorang eksekutif muda sebuah perusahaan merencanakan berlibur kesebuah pulau bersama istrinya, berhubung istrinya masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan si suami berangkat terlebih dahulu, mereka sepakat bertemu di Hotel setelah urusan selesai keesokan harinya. Ketika si suami sudah sampai di Hotel, dia memutuskan untuk mengirim E-mail ke istrinya.
image

Sayangnya, saat mengetik alamat email istrinya dia melupakan satu huruf, dan suratnya terkirim bukan untuk istrinya, tetapi untuk seorang pensiunan tua yang suaminya baru saja meninggal hanya sehari sebelumnya. Ketika janda yang lagi berduka itu memeriksa email, dia menatap monitor, menjerit tertahan dan jatuh ke lantai……pingsan.

Mendengar suara jeritan dikamar,keluarganya bergegas ke kamar dan melihat tulisan pada layar komputer:

Istriku tersayang,

Papa baru saja sampai, segala sesuatunya telah papa persiapkan untuk menunggu kedatangan mama, sepi tanpa mama disini, besok papa tunggu disini ya……

Ternyata….Hidup Ini Sederhana


image

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai kemudian memasukkannya ke dalam tong sampah, hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

—- 000 —–

Ada seorang anak lagi belajar sebagai montir di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Anak anak  lain yang juga lagi belajar di toko tersebut menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil bekerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

—- 000 —–

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.” Ibu menjawab: “Mengapa?” Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah. ” Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya tidak perlu marah-marah.

—- 000 —–

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.” Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.” Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

—- 000 —–

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?” Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi.” Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana.” Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

—- 000 —–

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.” Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat. Ternyata sangat mudah memperbaiki nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

—- 000 —

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.” Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

* You are what you think about. Beware of your mind

SURAT DARI BAYANG BAYANG (USIA 40 TAHUN)


Sore Bos, selamat ulang tahun ya, hari ini kan bos udah genap 40 tahun. kata orang sih Bos usia 40 tahun itu usia emas dan hidup dimulai diusia 40 maksudnya apa sih Bos??…. Nggak terasa aku juga udah nemenin bos selama 40 tahun, nggak kurang nggak lebih, dan insyaallah aku tetap akan nemenin Bos sterusnya.

Bos, ni maaf ya,…bukan menggurui loh,soalnya bos pasti lebih tahu masalah ini, kata orang lagi ni Bos, setelah usia 40 tahun ini penyakit penyakit degeneratif mulai timbul, benar nggak sih Bos?? Seperti penyakit gula, kolesterol tinggi, darah tinggi, penyakit jantung, dan katanya sih Bos itu dipengaruhi oleh pola makanan kita, makanan yang tidak sehat, banyak lemak, manis manis, dan maaf lagi ni Bos (maaf bos kebanyakan maafnya, soalnya aku takut nanti Bos tersinggung)..aku lihat tuh si Bos masih sering makan makanan kayak gitu……kkkkkkk ( pisssss Bos ), mulai hindari total lah Bos, ntar kasian Bos jadi sakit….( kalau bos sakit, aku kan juga sengsara ). Dan kata orang lagi nih Bos, untuk menghindari penyakit penyakit tadi kita harus rajin olah raga, bos kan punya alat olah raga dirumah, tapi kulihat jarang dimanfaatin tuh…apalagi kalau olah raga pagi tuh bos, kena cahaya matahari pagi….diluar rumah, mantap tenan tuh Bos ( soalnya aku kan lebih eksis, aku jadi jauh lebih tinggi dibanding si Bos….hehe) , kalau bisa sampai siang sekalian.

Bos……Aku doain ya, supaya Bos tetap sehat selalu, sukses, tambah rejeki,……cuma saya minta satu ni Bos, lampu dirumah tolong wattnya yang agak gede ya, dan Bos kalau tidur jangan matiin lampu, soalnya kalau gak ada lampu aku kan nggak eksis dan hilang dari peredaran, ntar gak ada yang nemenin si Bos lagi….hehehe

Oh ya Bos di ulang tahun Bos ini aku punya hadiah buat Bos………nih dibawah…..dibaca ya Bos…

USIA 40 TAHUN
(Dikutip dari: http://jaen2006.wordpress.com/2007/02/22/usia-40-tahun)

Akar dan orientasi kultur masyarakat Barat adalah materialisme. Mereka menilai dan membuat indikator hidup dari sisi materialistis. Atas dasar ini tidak mengherankan jika mereka mempunyai ungkapan bahwa ‘hidup’ dimulai pada umur 40 tahun. Life begin at 40.

Asumsinya adalah pada umur ini, karier telah cukup mapan, pendapatan, serta kekayaan telah mencukupi. Karena itu, sering pula pada usia 40 ini dikaitkan dengan puber kedua, yang membawa pada perselingkuhan. Kemapanan materi membawa godaan, sehingga umur 40 tahun merupakan saat kritis terjadi perceraian dalam rumah tangga.

Islam memberi perhatian kepada umur 40 berbeda secara diametrikal dengan budaya Barat. Umur 40 tahun mendapat perhatian khusus dari Alquran. Dalam Surat Al Ahqaf [46] ayat 15 Allah berfirman:
”Kami perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah kau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Dalam surat tersebut setidaknya terdapat empat indikator kemuliaan manusia yang seharusnya menjadi identitas orang yang mencapai umur 40 tahun yaitu bersyukur, beramal shalih, bertaubat, dan berserah diri.
Bersyukur kepada Allah atas karunia umur yang mengantarkannya mencapai angka 40. Bersyukur atas kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan Allah baik berupa kenikmatan material maupun nikmat anak keturunan (dzuriyat). Bersyukur sesuai hakikat bahwa semuanya karena kehendak yang mengikuti nilai-nilai kebaikan yang dikehendaki Allah dan dicontohkan dalam kehidupan Rasul dan para sahabat.

Bertobat disertai kesadaran bahwa manusia mempunyai kalbu yang berbolak-balik antara tarikan kebaikan dan keburukan. Bertobat disertai perenungan dan perhitungan apakah di usia 40 tahun lebih berat kebaikannya atau keburukannya. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadisnya,
”Sesiapa yang mencapai umur 40 tahun dan dosanya lebih berat dari amal baiknya maka bersiaplah memasuki neraka.”
Berserah diri, merupakan permulaan yang pas untuk menapaki usia 40 tahun. Dengan demikian umur 40 tahun dipandang sebagai pencerahan kejiwaan, gerbang cahaya menuju kehidupan yang lebih mulia.

Di samping itu juga usia 40 tahun berarti jatah usia kita sudah berkurang. Meskipun secara kuantitatif usia kita bertambah. Artinya seandainya jatah usia kita 50 tahun maka, hidup kita tinggal 10 tahun, atau jika jatah usia kita 60 tahun maka, kita tinggal menghitung sendiri, berapa lama kita hidup lagi. Dan seterusnya.

Aneh jika sebagian kita merayakan ulang tahun dengan bangga bernyanyi ria “panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia serta mulia, serta mulia”. Seharusnya kita instrospeksi bahwa, sebenarnya jatah usia kita semakin berkurang dan nilai-nilai kemuliaan harus dijadikan barometer dalam beramal. Wallaahu a’lam.