Dulu mobilitas saya cukup tinggi antara Padang dan Jambi. Perjalanan Padang Jambi bisa ditempuh dalam 12 Jam, cukup memakan waktu dan melelahkan. Jarak sejauh ini bisa ditempuh dengan beberapa alternatif. Membawa mobil pribadi dengan menyetir sendiri, menggunakan mobil travel atau naik Bus.
Demi efisiensi dan supaya bisa istirahat cukup, saya jarang menyetir sendiri, lebih sering naik bus malam. Naik bus di loket habis magrib, bus jalan kira kira setengah jam, bangku mulai saya rebahkan, tarik selimut dari sandaran dan siap siap untuk tidur pulas. Besok subuh sudah sampai di tujuan badan segar dan fit siap aktifitas lagi. Bus yang saya naiki rata rata bermerk Mercedes Benz, body mulus, jok empuk, ayunan lembut, AC dingin dan sepanjang perjalanan di hibur dengan lagu lagu dari segala genre musik, tergantung selera sopirnya.
Sopir rata rata berusia setengah baya, ” Tuo alun mudo talonsong” ( Belum tua tapi tidak muda lagi). Pada Bus yang menjadi langganan saya sopirnya rata rata sudah bekerja cukup lama di Perusaan Bus ini, karena selama lima tahun saya bolak balik, muka sopirnya ” itu ke itu ” juga yang terlihat, sehingga penumpang langganan sudah akrab dengan mereka dan saya lihat mereka orang orang yang bahagia dengan pekerjaannya, orang orang yang betul betul menikmati hidup, kelihatan sekali dengan canda dan tawa mereka yang lepas selama perjalanan.
Pernah saya iseng tanya ke sopir bus” gagah bus baru ko yo da, tantu maha balinyo ko”( baru ya mobilnya bang, tentu mahal ya). Hahaha (waktu itu belum ada ketawa model Kwkwkwkwk atau kih…kih..:D ) sopir tertawa. “Baa dek galak da” kata saya(kenapa uda tertawa)”Iko cubadak baangek’an ma da” jawab si Sopir. Hahaha……oo baitu da….
“Cubadak baangek’an”, buat yang bukan orang minang tentu akan bingung dengan jawaban uda sopir ini. Bahkan orang minang yang tidak terbiasa dengan “ereng jo gendeang” akan bingung dengan jawaban sopir ini.
Cubadak dalam bahasa Indonesia disebut Cempedak, nangka atau kalau tidak salah gori, mungkin tidak ada yang tidak kenal dengan buah yang satu ini. Cubadak yang muda buat orang minang sering dijadikan bahan pembuat gulai untuk teman makan nasi.Bisa digulai sendiri atau dicampur dengan bahan yang lain seperti daging, tunjang, kentang atau yang lainnya. Sering juga dijadikan sebagai gulai atau sayur buat makan ketupat. Saya sendiri termasuk penggemar gulai cubadak ini, apalagi lontong gulai cubadak tunjang hmmmmm.
Biasanya gulai cubadak yang dibikin tidak langsung habis sekali makan. Gulai yang tersisa biasanya “diangekk’an (dipanaskan) lagi untuk dijadikan lauk lagi nantinya. Kadang dipanaskan sampai berkali kali sampai warnanya pun sudah berubah menjadi hitam seperti rendang. Rasanya….hmmm buat sebagian orang mungkin tidak menarik sama sekali, tapi buat saya dan orang orang yang saya kenal dan pernah mencicipi luarrrrr biasa nendang banget ( manyipak ).
Lalu apa hubungannya “Cubadak baangek’an” tadi dengan bus mercedes benz yang tadi. Inilah kebiasaan otang minang berbicara penuh dengan perumpamaan, ereng jo gendeang. Untuk menjelaskan sesuatu, orang minang menurut pandangan orang lain sering terlihat berbelit belit tidak langsung ke inti permasalahan tapi buat yang mengerti dengan budaya orang minang tidak susah menterjemahkan apa yang dimaksud si lawan bicara. Bus cubadak baangek’an adalah bus lama yang direhab kembali, sasis dan mesin lama. Rumah rumah atau bodi serta interior dan eksterior diperbarui mengikuti trend yang sedang digandrungi.Istilah kerennya mungkin Bus Rekondisi.
Apakah berarti perusahaan oto Bus ini perusahaan yang jelek tidak bonafit?? Ternyata bukan seperti itu kesimpulannya. Perusahaan Bus yang saya naiki adalah perusahaan terbesar, busnya menjadi favorit untuk angkutan Jambi Padang. Berangkat 3 trip setiap hari Jambi Padang, begitu juga sebaliknya. Jarang kosong. Antara penumpang langganan dan kru sudah seperti saudara. Penumpang tidak peduli apakah bus yang mereka tumpangi baru atau cubadak baangek’an. Buat mereka yang penting mereka nyaman menaiki Bus nya, sopir ramah dan bisa sampai tepat waktu. Sopir betah bekerja, karena kesejahteraan mereka terpenuhi.
Buat perusahaan Bus Cubadak baangek’an menjadi alternatif untuk mengatasi mahalnya harga Bus. Efisiensi dan efektif menjadi pertimbangan untuk kelancaran perusahaan. Cash flow perusahaan bisa menguntungkan. Perusahaan Sehat karyawan sejahtera, kepuasan pelanggan terpenuhi.
Cubadak baangek’an bisa diterapkan dalam segala bidang kehidupan. Kehidupan keluarga, janganlah menjadi keluarga yang konsumtif, optimalkan seluruh sumberdaya keluarga, jangan besar pasak daripada tiang. Pelihara kebiasaan kebiasaan baik dalam keluarga supaya bisa menjadi tradisi dalam keluarga.
Dalam kehidupan bernegara, para pemimpin janganlah membiasakan menciptakan perogram program baru yang jelas akan menguras berbagai sumber daya, optimalkan saja program program yang sudah ada yang baik untuk rakyat banyak, dan buat yang melaksanakan program menjadi nyaman dalam melaksanakan program tersebut, jangan asal beda padahal sebenarnya cuma CUBADAK BAANGEK’AN
Semoga….Aaminn ya Rabbal Alamin

