WANITA DAN AMBISI


Pada satu penerbangan dengan Airline China, saya sempat menonton suatu Film Dokumenter tentang Kaisar wanita di Tiongkok. Walau tidak ada subtittle Indonesia sedikit banyak mengerti dengan narasi berbahasa Inggris yang disampaikan, ditambah baca baca dari berbagai sumber.

Film bercerita tentang seorang Kaisar yang merupakan satu satunya kaisar wanita di China, yang ada pada zaman dinasti Tang dan merupakan salah satu raja paling kontroversial dalam sejarah China. Namanya Wu Zhetian.

Pertama masuk lingkungan istana dia adalah sebagai tukang cuci, karena kepintarannya dan usaha usaha pendekatannya kepada kaisar, dia diangkat menjadi sekretaris Kaisar Taizong dan bersama Kaisar Taizong dia mencapai prestasi sebagai selir.

Hebatnya lagi, semasa menjadi selir Kaisar Taizong, dia juga menjalin percintaan dengan pangeran Li Zhi yang juga sudah mempunyai istri. Li Zhi kelak menjadi kaisar, sehingga dia prestasinya meningkat menjadi selir kasta paling atas walaupun belum menjadi permaisuri. Tahukah anda ??? Pangeran Li Zhi adalah anak Kaisar Taizong yang notabene adalah anak tirinya sendiri….luar biasa.

Sebagai selir Taizong dia mempunyai 2 anak laki laki, tetapi dia sadar bahwa anak lelakinya ini tak akan pernah menjadi kaisar, karena dia bukanlah seorang permaisuri, tetapi hasratnya menjadi yang nomer satu tak pernah pudar, menjadi istri Li Zhi yang kelak menjadi kasiar tentu semakin mendekatkan dirinya ke puncak kekuasaan.

Li Zhi menjadi kaisar dengan nama Gaozong, permaisurinya adalah Lady Wang, sedangkan Wu Ze Tian sebagai selir pertama, menyingkirkan selir pertama sebelumnya, Lady Xiao.

Karena permaisuri Lady Wang tidak mempunyai anak, maka atas saran Lady Wang kepada kaisar diangkatlah anak paman Lady wang, seorang kepercayaan kaisar, menjadi penggantinya kelak.

Wu Ze Tian marah, tapi apalah dayanya, dia hanya seorang selir. Sampai suatu waktu dan kesempatan itu tiba, bayi perempuanWu Ze Tian yang baru saja lahir, ditemukan sudah tak bernyawa didalam kamar, dengan bekas cekikan dilehernya. Wu mengklaim bahwa Lady Wang telah membunuhnya karena dia cemburu. Wang adalah orang terakhir yang terlihat di ruangan itu dan tidak mempunyai alasan. Wu juga menuduh Lady Wang dan ibunya mempraktikkan sihir dan melibatkan Lady Xiao.

Lady Wang dinyatakan bersalah atas semua dakwaan dan begitu juga yang lainnya. Gaozong menceraikan istrinya, mengusir ibunya dari istana dan mengasingkan Lady Xiao. Paman Lady Wang, Liu Shi, dikeluarkan dari jabatannya yang berarti putranya juga terputus sebagai pewaris Gaozong. Wu sekarang diangkat ke posisi istri pertama Gaozong dan permaisuri dari China.

Para sejarawan China yang melakukan penelitian mengenai Wu Zetian, sepakat bahwa sebenarnya dia sendirilah yang membunuh anaknya demi hasrat dan nafsu buat berkuasa.

Menurut ahli sejarah Wu Ze Tian juga memerintahkan untuk membunuh Lady Wang dan Lady Xiao dengan cara yang sangat kejam.

Kelak dia mendorong anak laki laki pertamanya menjadi kaisar dengan gelar Zhongzhong, tetapi karna anaknya tak mau mengikuti dan sering bertentangan dengan dia dibuatlah tuduhan penghianatan dan Zhongzong diusir dengan istrinya keluar dri Istana.

Anak keduanya diangkat menjadi kaisar dengan nama Ruizong, dan memerintah dibawah kendali Wu Ze Tian, tetapi dia tetap belum puas, dengan alasan tidak cakap akhirnya Ruizong pun dilengserkan dari kedudukannya dan mengangkat dirinya sendiri dan merubah nama kekaisaran menjadi dinasti Zhou. Intrik intrikpun tetap terjadi selama pemerintahan Wang.

Sebenarnya masih banyak cerita mengenai Wang Ze Tian, tetapi inti yang ingin disampaikan bahwa seorang wanita yang begitu lembut seharusnya, bisa menjadi seseorang yang sangat kejam bila sudah dikuasai oleh nafsu berkuasa.

Kalau wanita bisa seperti itu, bisa dibayangkan kalau laki laki yang dikuasai nafsu serakah berkuasa……

Tinggalkan komentar