AYAM


Suara ayam jago adalah suara yang sudah sangat akrab dengan setiap anak manusia. Setiap pagi dimana saja kalau ada ayam jago biasanya akan berbunyi membangunkan manusia dari tidur nyenyaknya.

Dimana pun ayam jago berada bunyi atau suara yang dikeluarkannya sama, kalau tidak peracaya silahkan anda buktikan sendiri. Dimanapun anda berada Sumatra, Jawa Kalimantan bahkan diluar negeri sekalipun, suara ayam yang didengar akan sama tidak ada yang membedakan bahasa ayam, mereka bersuara dengan satu bahasa……bahasa ayam.

Tetapi tahukah anda? ketika bunyi suara Ayam ini diterjemahkan kedalam bahasa tulisan akan membuat kita garuk garuk kepala karena setelah menjadi bahasa tulisan menjadi sangat berbeda sekali.

Pemakai bahasa Inggris sebagai bahasa ibunya akan menuliskan ‘cock-a-doodle-doo’ silih bersahutan sebagai bentuk tulisan bunyi ayam jagonya, sedangkan orang Belanda akan menuliskan seruan ‘kukeleku’ untuk bunyi ayam jagonya.Perancis yang terkenal dengan ayam jantannya akan menuliskan dengan ‘cocorico’.

Berikut ini dipaparkan cara menuliskan kokok ayam dalam berbagai bahasa dunia lainnya antara lain ‘kikeriki’ (Jerman), ‘quiquiriquí (Spanyol), ‘cucurigu’ (Rumania dan Bulgaria), ‘chicchirichi’ (Italia), ‘gue-gue’ (China), ‘kou-kou-kou-kou’ (Jepang), ‘kou-ka-re-kou’ (Rusia).

Bagaimana dengan Indonesia sendiri?. Secara nasional kita mengenal tulisan “kukuruyuk” untuk bunyi suara ayam jago. Tapi ternyata tidak semua ayam jago di Indonesia bersuara kukuruyuk untuk membangunkan orang orang pada pagi hari.

Di Jawa Tengah kata mereka ayamnya akan bersuara Kukuruyuuk tetapi ayam dikampung kang Emil kata mereka akan bersuara “Kong ko rongok”. Ayam Aceh kata mereka akan bersuara ” Uk uu uk uk” sedangakan ayam urang awak Padang kata mereka bersuara “kukuku..kuak”atau “u u u uuaak”.

Yang agak mirip mirip eropah ayam orang Timor akan bersuara Kokoreko sedangkan ayam orang Flores kata mereka akan bersuara “kakoroo”.
Masih mirip mirip sih……
Yang agak aneh ayam tetangga kita Filipina bersuara katanya “Tiktila-ok”.

Sayang saya sudah browsing bolak balik belum menumukan bunyi kokok ayam jantan dalam bahasa Arab.

Aneh ya, ternyata dari suara yang sama saja akan dipersepsikan dan dituangkan dalam bentuk tulisan berbeda oleh orang orang dari budaya berbeda.
Semua cara penulisan benar sesuai dengan daerah nya.

Akan menjadi sangat aneh misalnya kalau ada tulisan yang salah tempat seperti ini misalnya,

“Pada suatu pagi, ketika kudengar suara ayak jantan berkokok….tiktila-ok tiktila-ok tiktila-ok…….” Pembaca malah tidak akan mengerti, kalaupun ada yang mengerti pasti berfikir ini salah tempat.

Manakah cara penulisan yang benar? semua merasa pasti benar, tapi yang paling benar hanya Ayam yang tahu, tanya saja sama ayamnya.

Begitulah kawan kawan, kita bisa memaklumi perbedaan cara penulisan ini, karena kita menyadari bahasa tulisan adalah perwujudan dari sensasi indra seseorang yang dituangkan kedalam rangkaian lambang lambang alphabet yang tentunya dipengaruhi oleh budaya lingkungan dan norma dimana seseorang itu berada.

Ketika kita bisa menerima perbedaan tulisan suara ayam yang sangat pasti sama suaranya saat kita dengar ini, kenapa kita tidak bisa menerima perbedaan cara berpendapat dan menuliskan hal hal yang kita hadapi sehari hari tanpa pernah merasa yang kita tuliskanlah yang paling benar, sedangkan yang dituliskan orang lain salah, fitnah, sakit hati, koplak,…..entahlah…….jangan jangan kita memang hanya seekor AYAM.

Selamat Sore………….