MENDENGAR


MENDENGAR

Dua hari yang lalu saya pergi ke bengkel, karena mobil saya sudah harus servis rutin berkala. Kebetulan di era Corona ini dokter mendapat previllege gratis servis mobil dan ganti oli mesin, lumayankan…terimaksih Corona…eh salah, terimakasih Honda.

Sewaktu menunggu mobil di service, di sebelah saya duduk, maksudnya disebelah kursi yang pakai tanda silang disebelah kursi saya ( Phisical dystancing Coy ) duduk seorang bapak dengan istrinya yang dibatasi oleh kursi bertanda silang pula.

Mulai saya masuk si bapak dan ibu tadi sudah lihat lihat saya, dan saya juga lihat lihat mereka, tapi tak bertegur sapa, karena merasa tak saling kenal. Apalagi masing masing muka ditutupi oleh masker. Bapak ini malah pakai masker yang menutupi hampir sluruh bagian bawah mukanya. Kami duduk ditempat masing masing sambil ngulik ngulik HP.

Setelah beberapa saat menunggu saya bertanya kepada petugas, ” Mas , mobil saya sudah selesai belum ya”. ” Sebentar pak saya lihat dulu” jawab petugas.

Ketika saya berbalik, mau duduk kembali dikursi tunggu, bapak yang disebalah saya tadi langsung menyapa…”Pak Dokter, service juga ya, nggak ke Rumah Sakit pak?”. Suaranya suara yang akrab ditelinga saya yang selalu terngiang ngiang…….nah ini, terngiang ngiang diruang praktek. Suara ini suara pasien saya 😊. “Saya mengenal bapak karena suara pak dokter tadi ngomong dengan petugas” katanya. ” Saya juga pak, langsung konek dengan suara bapak setelah bapak menegur saya” balas saya.

Akhirnya kami terlibat percakapan kehulu kehilir tentang banyak hal, tentang Corona, tentang pemerintah, tentang perangai masyarakat yang mulai cuek menghadapi Corona, sehingga tak terasa pekerjaan menunggu yang biasanya membosankan jadi berlalu tanpa terasa.

Ternyata kebiasaan mendengar dengan baik, sampai ke intonasi orang bicara punya manfaat banyak, termasuk pada era Corona ini. Suara ternyata lebih sensitif dan tertinggal lebih lama didalam memori disamping penglihatan. Bahkan konon kabarnya ( saya tidak tahu pasti, mohon pencerahan oleh yg tahu ) indera yang terakhir berhenti berfungsi pada seseorang dalam fase terminal akhir kehidupannya adalah pendengaran?.

Semoga kita semakin banyak mendengar, disamping melihat. Jangan terus terusan kita harus didengar, hilangkan egoisme pribadi dan perasaan berkuasa sehingga kita lupa mendengar orang lain.

Semoga..
Ed Zuhdi Darma
Masih belajar dan berusaha menjadi oendengar yang baik.

Tinggalkan komentar