INSPEKTUR VIJAY DAN TUAN TAKUR DITENGAH CORONA


India adalah sebuah negara, bangsa, yang banyak kelebihannya.
Peradaban kuno dunia salah satunya ada di India Mohenjodaro dan Harappa.

Orang Indonesia saat ini juga memberikan stigma tertentu atas kelebihan India ini ndak percaya?? bisa kawan lihat bukti bukti dibawah ini..

Stigma untuk Polisi sering terlambat mengambil tindakan, konyol entah mengapa diberikan kepada Polisi India, Inspektur Vijay, sehingga Polisi India menjadi ikon kekonyolan Polisi. Walaupun digambarkan baik, tetapi Polsi India biasanya datang setelah permasalahan selesai, nan mereka tinggal borgol penjahatnya :D.

Banyak orang kaya di dunia, diseluruh dunia, entah mengapa untuk mengambarkan kekayaan dan keuasaan yang sangat besar orang Indonesia menyematkannya kepada orang kaya India…Tuan Takur 😀 Tuan Takur alias tuan tanah dengan segala aksesnya yang kuat dengan kekuasaan, khasnya politisi yang memainkan peran sebagai penyelenggara negara, selalu digambarkan sebagai sosok yang kekuasaannya melebihi kekuasaan penyelenggara negara.

Untuk kecantikan orang Indonesia dulu mempunyai standar boneka India 😀 , wuuih cantiknya seperti boneka India, apa emang cuma boneka India yang cantik ya…padahal semua boneka umunya terlihat cantik, keculai boneka yang Top zaman sekarang Chucky, itu mah horor dan bukan dari India.

Begitulah kawan kawan, dari dulu sesuatu yang wah, wah kekonyolannya, wah kekuasaannya, wah kecantikannya entah kenapa sering disematkan kepada India.

Dizaman Pandemi ini, kalau kita baca adalah ke” lebay ” an India juga yang membawa India kepada petaka besar saat ini, gelombang Pandemi yang semakin meninggi. Pakar menyebut sejumlah penyebab membuat kasus menyebar cepat pada gelombang kedua di India. Mulai dari acara keagamaan dengan kerumunan yang besar, dibukanya kembali tempat publik, dan juga kampanye politik yang mulai berlangsung, kepatuhan yang sangat minim sekali terhadap protokol kesehatan di India. Akibatnya kasus Covid India tembus mencapai lebih 200 ribu kasus perhari dengan kematian perhari yang mencapai 2000 kasus.

Berkaca kepada kasus India, bagaimana dengan Indonesia??

Indonesia potensial pula mengalami hal yang sama dengan India, secara alamiah orang Indonesia adalah penggemar India dari jaman baheula, bukankah kebudayaan kebudayaan Indonesia banyak terpengaruh India??. Sering terlambat bertindak, acuh dengan protokol kesehatan, kampanye ( walaupun bukan musim kampanye ) politik yang melibatkan massa, acara acara keagamaan yang tanpa protokol, ruang ruang publik yang penuh membludak, apalagi ini mau menghadapi mudik pulang kampung dan lebaran, itu semua potensial menghasilkan kejadian seperti di India.

Untuk menghindari itu semua tidak ada cara lain, apa apa yang sudah kita buat, dan kita sepakati laksanakan!!! Protokol kesehatan sudah jelas aturannya, pembatasan mudik sudah jelas perintahnya. Kelemahan kita selama ini hanya terlalu banyak menuliskan tetapi terlalu banyak pemaafan untuk yang tidak melaksanakan apa yang dituliskan. Jangan sampai gara gara itu kita diterpa gelombang Pandemi yang semakin besar, yang akan menimbulkan ledakan kasus, peningkatan kematian, permalsalahan ketersediaan tempat tidur rumah sakit.

Mari kita cegah bersama, mulai dari diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan tetangga, aparat pemerintahan, penegak hukum, satgas semua bertekad untuk memuuts rantai Covid, dengan segala cara.

Bersama kita bisa, jangan sampai seperti India, sebab kalau terjadi maka akan “labiah sadiah dari pilem India”

Semoga

Tinggalkan komentar