Terjadi tahun 625 Masehi
Kaum Muslim dengan kekuatan 1000 Prajurit bergerak ke Bukit Uhud, diperjalanan Munafikun Abdullah Bin Ubay berbelot melawan perintah Rasulullah dengan membawa 300 Pasukannya membelot meninggalkan Rasulullah. Sehingga Pasukan Muslim tinggal 700 orang melawan 3000 pasukan Qurays.
Rasulullah menempatkan pasukan Islam di kaki bukit Uhud di bagian barat. Tentara Islam berada dalam formasi yang kompak dengan panjang front kurang lebih 1.000 yard.
Rasulullah menempatkan 50 pemanah di disebuah Bukit, dibawah pimpinan Abdullah bin Jubair dengan perintah yang sangat tegas dan jelas yaitu “Gunakan panahmu terhadap kavaleri musuh. Jauhkan kavaleri dari belakang kita. Selama kalian tetap di tempat, bagian belakang kita aman. jangan sekali-sekali kalian meninggalkan posisi ini. Jika kalian melihat kami menang, jangan bergabung; jika kalian melihat kami kalah, jangan datang untuk menolong kami.”
Pasukan Muslim hampir memenangkan pertarungan sehingga pasukan Qurays melarikan diri.
Pasukan yang berjaga di atas bukit lupa dengan pasan Rasulullah mereka turun ke lembah untuk mengambil hak pemenang perang.
Khalid bin Walid pemimpin pasukan Qurays melihat ini, dia memerintahkan pasukan Qurays yang tersisa untuk berbalik kembali dan menyerang pasukan Islam.
Mereka berbalik merebut Pos di Jabbal Uhud, dan berbalik pasukan Islam dapat mereka kalahkan. Hamzah paman nabi Sahid pada pertempuran ini, dan Rasullullah juga menderita luka yang sangat parah sekali.
Kalau kita merefleksikan kepada kondisi saat ini, maka Negara kita menghadapi Covid 19 adalah suatu pertempuran.
Singkirkan perasaan suka dan tidak suka kepada pemimpin, faktanya mereka adalah para panglima perang kita sekarang.
Dalam peperangan tidak boleh ada penghianatan. Jangan kita menjadi Abdullah bi Ubay yang malah bergabung dan memberikan kemudah2an Covid 19 berkembang biak dengan menyampaikan hal hal yang menunjukkan penghianatan…seperti anti vaksin, kampanye anti masker, kampanye Covid tidak ada atau ucapan apapun yang membuat kita lengah sebaliknya Covid 19 semakin merangsek maju.
Disiplin!!!
Disiplin dan patuh pada perintah pimpinan dalam perang adalah suatu keharusan. Seharusnya Pasukan di Jabbal Uhud mematuhi perintah Rasulullah untuk tidak turun ke lembah.
Begitu juga saat ini, disiplin dan patuh kepada arahan pimpinan seperti memakai Masker, menjaga jarak, tidak berkerumun dan protokol kesehatan lainnya dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi harus kita laksanakan, jangan terbawa perasaan karena godaan sesaat kita lupa dan bertindak indisipliner.
Virus adalah suatu makhluk yang mempunyai kemampuan sangat tinggi sekali buat beradaptasi dan bermutasi, jangan sampai ketidak disiplinan kita malah memberi keuntungan kepada mereka untuk mengalahkan kita, sehingga kita menjadi orang orang yang kalah, bahkan bangsa yang kalah dalam menghadapi Covid 19 ini.
Apa indikator kekalahan kita??
Indikator keberhasilan suatu Negara mengendalikan Covid 19 adalah..
POSSITIVE RATE
ANGKA KEMATIAN
Bila 2 hal itu tidak bisa kita kendalikan maka sebenarnya kita sedang menuju kepada kekalahan melawan Pandemi ini.
Marilah kita bersama sama bersatu padu, jangan kita menjadi Abdullah bin Ubay, dalm perang menghadapi Covid 19 ini. Caranya mudah dan simple…
DISIPLIN
PATUH
DAN
BERDOA
SEMOGA
Ed Zuhdi Darma

