SURAT DARI BAYANG BAYANG (USIA 40 TAHUN)


Sore Bos, selamat ulang tahun ya, hari ini kan bos udah genap 40 tahun. kata orang sih Bos usia 40 tahun itu usia emas dan hidup dimulai diusia 40 maksudnya apa sih Bos??…. Nggak terasa aku juga udah nemenin bos selama 40 tahun, nggak kurang nggak lebih, dan insyaallah aku tetap akan nemenin Bos sterusnya.

Bos, ni maaf ya,…bukan menggurui loh,soalnya bos pasti lebih tahu masalah ini, kata orang lagi ni Bos, setelah usia 40 tahun ini penyakit penyakit degeneratif mulai timbul, benar nggak sih Bos?? Seperti penyakit gula, kolesterol tinggi, darah tinggi, penyakit jantung, dan katanya sih Bos itu dipengaruhi oleh pola makanan kita, makanan yang tidak sehat, banyak lemak, manis manis, dan maaf lagi ni Bos (maaf bos kebanyakan maafnya, soalnya aku takut nanti Bos tersinggung)..aku lihat tuh si Bos masih sering makan makanan kayak gitu……kkkkkkk ( pisssss Bos ), mulai hindari total lah Bos, ntar kasian Bos jadi sakit….( kalau bos sakit, aku kan juga sengsara ). Dan kata orang lagi nih Bos, untuk menghindari penyakit penyakit tadi kita harus rajin olah raga, bos kan punya alat olah raga dirumah, tapi kulihat jarang dimanfaatin tuh…apalagi kalau olah raga pagi tuh bos, kena cahaya matahari pagi….diluar rumah, mantap tenan tuh Bos ( soalnya aku kan lebih eksis, aku jadi jauh lebih tinggi dibanding si Bos….hehe) , kalau bisa sampai siang sekalian.

Bos……Aku doain ya, supaya Bos tetap sehat selalu, sukses, tambah rejeki,……cuma saya minta satu ni Bos, lampu dirumah tolong wattnya yang agak gede ya, dan Bos kalau tidur jangan matiin lampu, soalnya kalau gak ada lampu aku kan nggak eksis dan hilang dari peredaran, ntar gak ada yang nemenin si Bos lagi….hehehe

Oh ya Bos di ulang tahun Bos ini aku punya hadiah buat Bos………nih dibawah…..dibaca ya Bos…

USIA 40 TAHUN
(Dikutip dari: http://jaen2006.wordpress.com/2007/02/22/usia-40-tahun)

Akar dan orientasi kultur masyarakat Barat adalah materialisme. Mereka menilai dan membuat indikator hidup dari sisi materialistis. Atas dasar ini tidak mengherankan jika mereka mempunyai ungkapan bahwa ‘hidup’ dimulai pada umur 40 tahun. Life begin at 40.

Asumsinya adalah pada umur ini, karier telah cukup mapan, pendapatan, serta kekayaan telah mencukupi. Karena itu, sering pula pada usia 40 ini dikaitkan dengan puber kedua, yang membawa pada perselingkuhan. Kemapanan materi membawa godaan, sehingga umur 40 tahun merupakan saat kritis terjadi perceraian dalam rumah tangga.

Islam memberi perhatian kepada umur 40 berbeda secara diametrikal dengan budaya Barat. Umur 40 tahun mendapat perhatian khusus dari Alquran. Dalam Surat Al Ahqaf [46] ayat 15 Allah berfirman:
”Kami perintahkan manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: Ya tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah kau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
Dalam surat tersebut setidaknya terdapat empat indikator kemuliaan manusia yang seharusnya menjadi identitas orang yang mencapai umur 40 tahun yaitu bersyukur, beramal shalih, bertaubat, dan berserah diri.
Bersyukur kepada Allah atas karunia umur yang mengantarkannya mencapai angka 40. Bersyukur atas kenikmatan hidup yang telah dianugerahkan Allah baik berupa kenikmatan material maupun nikmat anak keturunan (dzuriyat). Bersyukur sesuai hakikat bahwa semuanya karena kehendak yang mengikuti nilai-nilai kebaikan yang dikehendaki Allah dan dicontohkan dalam kehidupan Rasul dan para sahabat.

Bertobat disertai kesadaran bahwa manusia mempunyai kalbu yang berbolak-balik antara tarikan kebaikan dan keburukan. Bertobat disertai perenungan dan perhitungan apakah di usia 40 tahun lebih berat kebaikannya atau keburukannya. Nabi SAW bersabda dalam sebuah hadisnya,
”Sesiapa yang mencapai umur 40 tahun dan dosanya lebih berat dari amal baiknya maka bersiaplah memasuki neraka.”
Berserah diri, merupakan permulaan yang pas untuk menapaki usia 40 tahun. Dengan demikian umur 40 tahun dipandang sebagai pencerahan kejiwaan, gerbang cahaya menuju kehidupan yang lebih mulia.

Di samping itu juga usia 40 tahun berarti jatah usia kita sudah berkurang. Meskipun secara kuantitatif usia kita bertambah. Artinya seandainya jatah usia kita 50 tahun maka, hidup kita tinggal 10 tahun, atau jika jatah usia kita 60 tahun maka, kita tinggal menghitung sendiri, berapa lama kita hidup lagi. Dan seterusnya.

Aneh jika sebagian kita merayakan ulang tahun dengan bangga bernyanyi ria “panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia serta mulia, serta mulia”. Seharusnya kita instrospeksi bahwa, sebenarnya jatah usia kita semakin berkurang dan nilai-nilai kemuliaan harus dijadikan barometer dalam beramal. Wallaahu a’lam.

SABANA SERO………..


Taringek baliak maso sikolah dulu, jo minuman kebesaran, nan rasonyo sabana sero. Kok kini yolah jarang kesempatan untuak manikmatinyo. Antah dari ma asa minuman ko, tapi nan pasti di kadai lain salain kadai urang awak jarang ditamukan minumanko, malahan ado nan taheran heran kalau ado minuman nan sarupoko., penyajian dan caro maminum nyo ‘punyo gaya tersendiri… mangocok bahan utamonyo + gulo ko punyo teknik juo, lah samparono kental sahinggo tangkai pangocok ko sulik untuak diputa..lah tajarang aia mangulagak dimasuak an teh bendera nan kamek..dituang kagaleh katiko sadang mangalagak..dibuek duo tigo kali tuang aienyo, bia samparono lengek lenggeknyo, diambiak tadah ka aleh galeh , di racik limau kapeh salayang,di kisai jo panile salayok untuak paharum n “topping’ nyo, disiapkan sagaleh aia putiah, nan dicilamkan limau kapeh sasaik,..muloi kito cubo maminum minuman kabasaran ko jo mahiruik ruok nan malanjuang , dikacau jo sendok kaciak…lah agak dingin di hidu hidu kanikmatan baunyo..didaguik daguik duo tigo hiruik….lah sampai hiruik nan terakhir di piciangan mato saketek…manikmati hiruik pangabisan. didaguik daguik aia putiah tigo hiruik…alhamdulillah lah salasai acara minum minumaman nan sabana mantapko. Sudah tu barangkek
sikolah jo mato nan alah nyalang jo pikiran nan alah tarang…….gara gara TEH TALUA……..

Mantaaabs

” Mulailah dari Dirimu Sendiri ” Kisah Sesendok Madu



Ada sebuah kisah simbolik yang cukup menarik untuk kita simak.Kisah ini adalah kisah tentang seorang raja dan sesendok madu.

Alkisah pada suatu waktu sang raja ingin menguji kesadaran warganya. Raja memerintahkan agar setiap orang, pada suatu malam yang telah ditetapkan membawa sesendok madu untuk dituangkan kedalam sebuah bejana yang telah disediakan di sebuah puncak bukit ditengah kota.

Seluruh warga memahami benar perintah tersebut dan menyatakan kesediaan mereka untuk melaksanakannya.

Tetapi dalam pikiran seorang warga kota ( katakanlah si A )terlintas suatu cara untuk mengelak,”Aku akan membawa sesendok penuh, tetapi bukan madu. Aku akan membawa air. Kegelapan malam akan melindungi dari pandangan mata seseorang.Sesendok air tidaklah akan mempengaruhi bejana yang kelak akan dipenuhi dengan madu oleh seluruh warga kota.”

Tibalah waktu yang telah ditetapkan. Apa yang kemudian terjadi? Seluruh bejana ternyata penuh dengan air. Rupanya seluruh warga kota berpikiran sama dengan si A. Mereka mengharap warga kota yang lain membawa madu sambil membebaskan diri dari tanggung jawab

Nabi Muhammad pernah bersabda:” Mulailah dari dirimu sendiri, kemudian susulkanlah keluargamu.” Setiap orang merupakan pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya, ini berarti bahwa setiap orang harus tampil terlebih dahulu. Sikap mental yang seperti inilah
yang dapat menjadikan bejana sang raja penuh dengan madu bukan air, apalagi racun. ( dari: Lentera hati )