BUKU


Buku adalah hasil budaya manusia yang sangat berharga dan penting. Nyaris hampir seluruh penemuan manusia selanjutnya diperkenalkan dengan buku. Ajaran ajaran agama, filsafat filsafat daripada para filsuf, karya karya fiksi dan ilmiah disampaikan kepada orang lain memlalui buku. Kita mengenal masa lalu dengan buku. Kita mengenal hal baik dengan buku dan kita bisa mencegah atau mendorong sesuatu dengan buku. Hidup akan sangat berarti dengan buku.

Bahkan Bapak Proklamator kita pernah berkata “Aku rela dipenjara bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” kata seorang Budayawan kita Shindunata “Hidup yang berkaki kuat adalah hidup yang menyejarah. Namun bagaimana kita bisa tahu sejarah, jika kita tidak membaca? Hidup yang berkaki kuat adalah hidup yang tidak sempit dan berani menjelajah. Namun bagaimana kita tahu akan yang luas, dan inspirasi untuk penjelajahan, jika kita tidak membaca?”

Begitulah, sangat besar artinya buku, sehingga tidak sedikit kita lihat orang memamerkan koleksi bukunya demi mengesankan dia seorang pembaca. Seseorang berfoto dengan sebuah buku untuk menyampaikan pesan bahwa dia sedang memahami sesuatu dengan buku.

Cuma akhir akhir ini, bukupun bisa jadi hanya objek penderita, karena dibaca oleh seseorang. Kalau seseorang yang disukai membaca sebuah buku, maka baiklah isi buku itu, begitu juga sebaliknya kalau seseorang yang tidak disukai membaca sebuah buku maka jeleklah isi buku itu 😀 sehingga keluar analisa macam macam mengenai isi buku itu, atau pendapat
seharusnya buku itu tak dibaca, 😀 …..hehehe.

Seharusnya kita tahu, bahwa sebuah buku bisa menjadi sesuatu yang memberikan perubahan buat seseorang, buku merubah, jadi buku difungsikan sebagai subjek. Jadi apapun itu bentuk, judul, dan jenis sebuah buku sebenarnya buku itu bisa merubah seseorang seperti yang diharapkan terjadi atau tidak terjadi oleh sebuah buku….

Demikian, selamat pagi, sudah baca pagi ini?
Merdeka!!!

ℝ𝔼ℕ𝕌ℕ𝔾𝔸ℕ 𝕊𝕆ℝ𝔼 𝔾𝕆𝕃 ℝ𝕀ℂ𝕂𝕐 𝕐𝔸𝕂𝕆𝔹


Mencetak gol adalah suatu hal yang sangat diharapkan oleh seorang pemain sepakbola. Gol yang diciptakan menunjukkan kemampuan seorang striker memanfaatkan peluang sehingga memberikan kemenangan bagi timnya. Gol juga menunjukkan kualitas fisik dan skill seorang pemain. Seorang pemain yang tidak dalam kondisi prima, dan tidak mempunyai skill akan kecil sekali kemungkinannya mencetak gol.

Gol adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh sebuah Tim, juga pendukung Tim tersebut, jadi sangat wajar seorang pencetak gol akan dielu elukan, apalagi kalau memang pemain tersebut adalah pemain yang memang sudah langganan mencetak gol. Pujian tentunya tidak akan berhenti semasa hidup saja, sudah meninggalpun seorang pemain yang menjadi pencetak gol akan selalu dikenang.

Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun

Ricky Yakob, seorang pemain legendaris Indonesia, striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, bermain pada liga diluar negeri, hari ini meninggal setelah mencetak goal buat Timnya. Luapan kegembiraan di tunjukkan dengan selebrasi setelah mencetak gol, sewaktu selebrasi inilah sang maestro terjatuh.

Walaupun kesedihan menyelimuti keluarganya, penggemarnya, dan mungkin seluruh penggemar sepakbola Indonesia, tapi dia meninggal dalam kondisi gembira, meninggal dalam rangka menunaikan tugasnya. Namanya akan tetap dikenang.

Maut bisa datang kapan saja, kalau boleh meminta mudah2an kita meninggal.dalam.keadaan bermanfaat buat orang banyak dalam pengabdian profesi kita yang luhur..

Bergembiralah orang orang yang sampai akhir hidupnya istiqomah dengan tugas yang dibebankan kepadanya, apakah itu olahragawan, dokter, guru, penegak hukum, prajurit atau berbagai profesi lainnya. Nama akan tetap dikenang, puji akan tetap ada walaupun fisik telah tiada.

Bayangkan kalau diakhir hidup kita, kita menghianati tugas kita dan kita meninggal dalam kondisi seperti dibawah ini :
………Sebagai pemain sepakbola menciptakan gol bunuh diri.
………Sebagai dokter, sengaja memperparah penyakit pasiennya.
………Sebagai guru memberi ajaran yang melanggar nilai nilai pengajaran yang harus diterima anak didik
………Sebagai hamba hukum, ternyata mempermainkan hukum demi keuntungan pribadi.
………Sebagai prajurit, bukannya melindungi negara dan rakyat, tetapi berhadap hadapan dengan rakyat.
………Sebagai pejabat bukannya mensejahterakan rakyat tetapi malah semakin menyengsarakan rakyat.
………Sebagai ulama malah mengajarkan hal hal sesat kepada ummat.

Bayangkanlah kalau kita meninggal dalam kondisi seperti saya sebutkan diatas!

Naudzubillahi min dzalik.

Selamat jalan Ricky Yacob….

Semoga kepergianmu bisa berbuah pelajaran bagi kami..

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

“Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah”
Aamiin ya Allah…

Wassalam.

SEJARAH


Sejarah kata yang begitu populer akhir akhir ini, dimulai ketika Mbak Puan Maharani kepleset bicara, timbul reaksi dengan mengungkit peranan Suku Minangkabau dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia dan peranan tokoh tokoh Minangkabau dipentas Nasional maupun internasional.
Polemik semakin hangat ketika kementriannya Mas menteri Nadiem punya wacana untuk menjadikan sejarah hanya sebagai opsional diikuti oleh siswa.
Tanggal 30 September dan 1 Oktober ini Polemik tahunan sejarah Indonesia muncul lagi, tentang G30SPKI, dulu tidak pernah ada polemik ini, entah mengapa beberapa tahun belakangan semakin meruncing.

Buat saya sejarah sangatlah penting, karena “sejarah dapat menggambarkan kondisi dimasa lampau, untuk jadi pedoman dimasa sekarang dan masa yang akan datang” kata kata itu, lebih kurang, yang disampaikan oleh lelaki difoto kepada saya semasa kecil. Beliau selalu bercerita kepada saya tentang apa saja dimasa lalu, mulai sejarah Mesir Kuno sampai sejarah kampung saya, ada yang bisa saya serap ada yang tidak karena sudah lama sekali, dan usia saya juga masih kecil waktu itu. Selain itu kebiasaan beliau adalah mebawa buku apa saja kerumah buat dibaca kerumah. Kalau beliau pulang membawa buku, bukan menyerahkan kepada kita buat dibaca, tetapi meletakkan begitu saja di meja. Saya sekarang berfikir beliau sengaja melakukan itu, meletakkan dimeja ditempat yang mudah terlihat, supaya kami tertarik membaca. Nah…..ini yang saya tunggu tunggu, saya akan senang sekali bila beliau sudah bawa buku pulang, dan buku buku yang beliau bawa pulang waktu itu bukanlah buku buku kacangan seperti komik komik buat anak anak , tetapi buku buku yang mengandung nilai nilai sejarah. Buku Revokusi Iran karangan Nasir Tamara khatam saya baca waktu itu, Buku biografi Nasution Memenuhi Panggilan Tugas, buku buku sejarah Minangkabau. Bahkan buku buku fiksi berlatar sejarahpun beliau bawa pulang, Bumi Manusia karangan Pramudya salah satunya. Belakangan baru saya tahu bahwa buku itu waktu itu adalah buku yang dilarang beredar oleh ORBA, tetapi beliau tetap meletakkan di meja agar saya terpancing baca.

Efek dari kebiasaan beliau ini, beberapa anaknya sangat getol baca, walau tidak semua, dan beberapa cucunya juga punya kebiasaan baca yang intens. Jadi tidak heran, angka sembilan di Ijazah saya untuk mata pelajaran Sejarah bukan sesuatu yang aneh, walaupun saya dulunya anak Fisika :).

Bahkan saya rasa efek ini juga yang membuat kakak saya Afiah Dharma menjadi guru sejarah sampai saat ini, dan begitu mencintai sejarah bahkan ikut dalam penulisan sebuah buku sejarah, kalau nggak salah judulnya “Sejarah Tanah Datar”

Sekarang beliau sudah tiada, tetapi efek yang beliau timbulkan dari kebiasaan memancing kami untuk membaca masih terasa.

Walau beliau tak banyak berkata kata, saya mengambil kesimpulan, dengan perbuatan yang beliau lakukan kepada kami sebenarnya beliau sedang mengajarkan kepada kami, baca….baca….baca, sejarah, niscaya kalian tidak akan mudah dibawa kemana mana oleh orang orang yang punya niat buat memutar balikkan sejarah…..

Demikian.

  • Beliau Bapak saya, Darmawan Saad, yang meletakkan kata Darma dibelakang nama kami semua. Bapak sudah 14 tahun meninggalkan kami semua….Alfatihah buat Bapak…..