TUKANG UBEK


Nan lai lahie tahun 70 an kabawah mungkin lai bapangalaman jo profesi nan ciek ko? apo lai nan acok kapasa. Kalau ambo yo ado loh hobi snek mancilok cilok mandanga ota ditangah pasa ko, apo lai kalau lah di janjian mangaluaan binatang nan ado di dalam peti…arok arok cameh manunggunyo.image

Pagi pagi baru pasa tabukak nan tukang ubek
Ko lah mahampakan karpet atau lapiak ditangah pasa, sambie manyetel toa tukang ubek mulai maota ….nan jauah tolong mandakek nan ranggang tolong marapek katonyo. Ciek jo duo urang mulai bakumpua, makin lamo makin rami sampai akhienyo tukang ubek lah dikulilingi dek urang rami. Mulai lah tukang ubek ko bacarito tantang babagai pangalamannyo bakuliliang Indonesia sampai kalua nagari bagai. Nyo caliakan pulo poto poto nyo jo bapak pejabat bagai. Pangalaman jadi pareman…pokoknyo sagalo pengalaman nan mambuek urang nan bakuliliang takagum kagum.

Tarakhir biasonyo….iko nan apa bana dek ambo keceknyo……

” Dek lah lamo bakuliliang di nagari urang, lah wakatunyo pulo ambo babaliak ka kakampuang, mambantu dunsanak dunsanak nan ado dikampuang.Kalau ndak awak nan mambantu dunsanak sia pulo lai. Nan kiniko ambo babaliak kakampuang mambao oleh oleh untuak sanak sado alahe….ubek sagalo ubek.Rematik jumbalang sakik pinggang, kada jo kurok landeh dek ubek ko. Kalau di nagari urang ubek ko ambo jua 50 puluah ribu saboto, tapi kini ko dek iko oleh oleh untuak sanak sadoalahe….ambo gratiskan…….cuma ado ongkoih transpornyo se sakenek. Pangganti transport nyo…cukuik 20 ribu se saboto.” Hahaha…..

Biasonyo untuak babarapo lamo alun ado nan mambali….tapi biasonyo tibo tibo se lah ado nan manunjuak……
” Mak….awak bali tigo boto”
“Yop tigo boto…..lanjut”
Tibo tibo ado pulo nan manujuak dari sabalah kida….
“mak..dek awak duo boto “…..
“yop duo boto”.
Mancaliak nan mode tu urang rami nan lain lah bagaduruh pulo barabuik mambali ubek nantun…….

Kalau nan terakhir ko (mambali) yo ambo ndak sato lai do. Karano ambo tahu sarato kenal jo tukang ubek ko….dan kenal juo jo nan mambali nan partamo tadi…inyo kamanakan tukang ubek, tukang panciang namonyo…….hahahaaaa.

Biasonyo…..nan ambo tunggu tunggu….mambukak peti ajaib nan dibaonyo, sampai abih pulo galehnyo yo ndak dibukak bukak do……😂😁😃😄😃😂

Ikolah gadele tukang ubek…..

Maaf khusus buat yang ngerti bahasa minang😊😊😊?

KUCIANG AIE


KUCING…
Siapa yang tidak kenal dengan binatang yang satu ini. Hampir tidak ada orang yang tidak pernah mengenal dan berinteraksi dengannya.

Kucing adalah hewan peliharaan yang disayangi oleh manusia.Bahkan Nabi besar kita Muhammad SAW pun menyukai kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, di kala Nabi hendak mengambil jubahnya, dilihatnya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Beliau tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya.

Ada satu hadits Nabi yang menunjukkan bagaimana berharganya seekor kucing.Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda, “Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,” (HR. Bukhari).

Kucing adalah hewan yang sangat setia, lucu, nenggemaskan, bulunya lembut membuat kita ingin selalu membelainya. Terkadang dengan manjanya mengeong sambil menggeserkan  bulunya ke tubuh kita minta dimanja atau dikasihani. Tingkah laku seperti inilah mungkin menyebakan kucing menjadi binatang yang sangat disukai manusia.

Pada hakekatnya kucing tidak menyukai air, saking tidak sukanya untuk cuci mukapun kucing cukup dengan air ludahnya saja. Coba saja kita perhatikan kalau kucing minum. Dia cuma menjulurkan lidahnya unyuk menyentuh air kemudian menariknya ke kerongkongan tanpa membiarkan setetespun air membasahi bibirnya apalagi bulunya. Kalau adapun jenis kucing yang menyukai air, bukan lagi disebut kucing tetapi Harimau.

Karena dua hal yang sulit disatukan tadi maka di minang timbul istilah untuk orang yang menyatukan hal hal yang tidak seharusnya dilakukan sebagai manusia yang beradab dengan istilah KUCIANG AIE atau KUCIANG AIR atau kalau boleh WATER CAT (ini cuma bisa bisa saya)

Tidak susah untuk menjadi KUCIANG AIE Ketika anda menjadi seorang penegak hukum dan menggunakan wewenang yang anda miliki untuk ambisi kekayaan dan politik anda maka anda adalah KUCIANG AIE.

Ketika anda adalah seorang dokter, kemudian mengunakan Ilmu kedokteran yang anda miliki untuk keuntungan pribadi dengan mengenyampingkan etika profesi dan sumpah hipokrates anda maka anda adalah KUCIANG AIE.

Ketika anda adalah seorang pemimpin tetapi membiarkan diri anda dipimpin dan diatur kemudian anda bersikap seolah andalah yang mengatur maka anda adalah KUCIANG AIE, dan ketika anda habis baca tulisan ini anda tidak komentar dan

image
like hehehe anda adalah. …………………………………tetap sahabat saya

Siang kawan

Cubadak Baangek’an


image

Dulu mobilitas saya cukup tinggi antara Padang dan Jambi. Perjalanan Padang Jambi bisa ditempuh dalam 12 Jam, cukup memakan waktu dan melelahkan. Jarak sejauh ini bisa ditempuh dengan beberapa alternatif. Membawa mobil pribadi dengan menyetir sendiri, menggunakan mobil travel atau naik Bus.

Demi efisiensi dan supaya bisa istirahat cukup, saya jarang menyetir sendiri, lebih sering naik bus malam. Naik bus di loket habis magrib, bus jalan kira kira setengah jam, bangku mulai saya rebahkan, tarik selimut dari sandaran dan siap siap untuk tidur pulas. Besok subuh  sudah sampai di tujuan badan segar dan fit siap aktifitas lagi. Bus yang saya naiki rata rata bermerk Mercedes Benz, body mulus, jok empuk, ayunan lembut, AC dingin dan sepanjang perjalanan di hibur dengan lagu lagu dari segala genre musik, tergantung selera sopirnya.

Sopir rata rata berusia setengah baya, ” Tuo alun mudo talonsong” ( Belum tua tapi tidak muda lagi). Pada Bus yang menjadi langganan saya sopirnya rata rata sudah bekerja cukup lama di Perusaan Bus ini, karena selama lima tahun saya bolak balik, muka sopirnya ” itu ke itu ” juga yang terlihat, sehingga penumpang langganan sudah akrab dengan mereka dan saya lihat mereka orang orang yang bahagia dengan pekerjaannya, orang orang yang betul betul menikmati hidup, kelihatan sekali dengan canda dan tawa mereka yang lepas selama perjalanan.

Pernah saya iseng tanya ke sopir bus” gagah bus baru ko yo da, tantu maha balinyo ko”( baru ya mobilnya bang, tentu mahal ya). Hahaha (waktu itu belum ada ketawa model Kwkwkwkwk atau kih…kih..:D ) sopir tertawa. “Baa dek galak da” kata saya(kenapa uda tertawa)”Iko cubadak baangek’an ma da” jawab si Sopir. Hahaha……oo baitu da….

“Cubadak baangek’an”, buat yang bukan orang minang tentu akan bingung dengan jawaban uda sopir ini. Bahkan orang minang yang tidak terbiasa dengan “ereng jo gendeang” akan bingung dengan jawaban sopir ini.

Cubadak dalam bahasa Indonesia disebut Cempedak, nangka atau kalau tidak salah gori, mungkin tidak ada yang tidak kenal dengan buah yang satu ini. Cubadak yang muda buat orang minang sering dijadikan bahan pembuat gulai untuk teman makan nasi.Bisa digulai sendiri atau dicampur dengan bahan yang lain seperti daging, tunjang, kentang atau yang lainnya. Sering juga dijadikan sebagai gulai atau sayur buat makan ketupat. Saya sendiri termasuk penggemar gulai cubadak ini, apalagi lontong gulai cubadak tunjang hmmmmm.

Biasanya gulai cubadak yang dibikin tidak langsung habis sekali makan. Gulai yang tersisa biasanya “diangekk’an (dipanaskan) lagi untuk dijadikan lauk lagi nantinya. Kadang dipanaskan sampai berkali kali sampai warnanya pun sudah berubah menjadi hitam seperti rendang. Rasanya….hmmm buat sebagian orang mungkin tidak menarik sama sekali, tapi buat saya dan orang orang yang saya kenal dan pernah mencicipi luarrrrr biasa nendang banget ( manyipak ).

Lalu apa hubungannya “Cubadak baangek’an” tadi dengan bus mercedes benz yang tadi. Inilah kebiasaan otang minang berbicara penuh dengan perumpamaan, ereng jo gendeang. Untuk menjelaskan sesuatu, orang minang menurut pandangan orang lain sering terlihat berbelit belit tidak langsung ke inti permasalahan tapi buat yang mengerti dengan budaya orang minang tidak susah menterjemahkan apa yang dimaksud si lawan bicara. Bus cubadak baangek’an adalah bus lama yang direhab kembali, sasis dan mesin lama. Rumah rumah atau bodi serta interior dan eksterior diperbarui mengikuti trend yang sedang digandrungi.Istilah kerennya mungkin  Bus Rekondisi.

Apakah berarti perusahaan oto Bus ini perusahaan yang jelek tidak bonafit?? Ternyata bukan seperti itu kesimpulannya. Perusahaan Bus yang saya naiki adalah perusahaan terbesar,  busnya menjadi favorit untuk angkutan Jambi Padang. Berangkat 3 trip setiap hari Jambi Padang, begitu juga sebaliknya. Jarang kosong. Antara penumpang langganan dan kru sudah seperti saudara. Penumpang tidak peduli apakah bus yang mereka tumpangi baru atau cubadak baangek’an. Buat mereka yang penting mereka nyaman menaiki Bus nya, sopir ramah dan bisa sampai tepat waktu. Sopir betah bekerja, karena kesejahteraan mereka terpenuhi.

Buat perusahaan Bus Cubadak baangek’an menjadi alternatif untuk mengatasi mahalnya harga Bus. Efisiensi dan efektif menjadi pertimbangan untuk kelancaran perusahaan. Cash flow perusahaan bisa menguntungkan. Perusahaan Sehat karyawan sejahtera, kepuasan pelanggan terpenuhi.

Cubadak baangek’an  bisa  diterapkan dalam segala bidang kehidupan. Kehidupan keluarga, janganlah menjadi keluarga yang konsumtif, optimalkan seluruh sumberdaya keluarga, jangan besar pasak daripada tiang. Pelihara kebiasaan kebiasaan baik dalam keluarga supaya bisa menjadi tradisi dalam keluarga.

Dalam kehidupan bernegara, para pemimpin janganlah membiasakan menciptakan perogram program baru yang jelas akan menguras berbagai sumber daya,  optimalkan saja program program yang sudah ada yang baik untuk rakyat banyak, dan buat yang melaksanakan program menjadi nyaman dalam melaksanakan program tersebut,  jangan asal beda padahal sebenarnya cuma CUBADAK BAANGEK’AN

Semoga….Aaminn ya Rabbal Alamin